Selasa, 23 Agustus 2011

Inilah Malfungsi Otak Paling Mengganggu Bagi Pengidapnya

Tak ada hal yang bisa diterima begitu saja selain kewarasan. Hal ‘gila’ bisa saja terjadi gara-gara mal fungsi otak. Anda bisa jadi tak mengenal orang sekelilingnya ataupun benda mati yang serasa ikut bicara.

Setelah ditelurusi, ternyata terdapat kelainan mental yang mampu mengacaukan persepsi realitas dalam cara yang tak terbayangkan, sementara sering kali membiarkan pikiran Anda tetap tak tersentuh. Berikut kelainan-kelainan yang akan mengejutkan Anda.

http://koranbaru.com/wp-content/uploads/2011/08/f3d7_1767409.jpg


1. Sindrom Fregoli

Bayangkan Anda sedang berargumen dengan teman sekamar yang menyebalkan mengenai uang sewa yang belum dibayar. Untuk melepaskan tekanan, Anda menghubungi pacar namun saat menelpon, Anda mendengar teman sekamar memanggil pacar Anda ‘sayang’. Saat ke luar kamar, teman sekamar Anda mengejek dari pekarangan tetangga.

Karena marah, pergi ke bar setempat untuk minum-minuman dan ternyata dituangkan teman sekamar Anda itu. Pada 10 menit kemudian, Anda mendapati diri Anda sedang dipeluk teman sekamar yang menyebalkan itu.

Kondisi ini disebut sindrom fregoli, membuat semua orang yang Anda temui hari itu menjadi orang yang sama. Kelainan ini muncul dalam tingkat keparahan berbeda. Terkadang, penderita tak tahu pasti siapa yang mengawasinya namun semua orang tampak tak asing.

Hal ini terasa seperti terbangun di satu kota yang dipenuhi teman SMA yang jarang Anda ajak bicara. Penderita sindrom ini akan menghampiri semua orang dan menanyakan tempat mereka bertemu pertama kali. Selain itu, jika sindrom ini dipadukan kelainan lain, hasilnya bisa mengejutkan.

Misalnya, wanita terdiagnosa menderita schizophrenia dan erotomania, memiliki keyakinan bahwa orang lain mencintai dia padahal sebaliknya. Wanita ini akan yakin, aktor Leonardo DiCaprio jatuh cinta padanya dan berkomunikasi dengannya secara telepati dan selalu menyamar untuk menemuinya tiap hari.



2. Salah identifikasi diri dalam cermin

Anda terbangun di tengah malam dan pergi ke kamar mandi. Saat melihat kaca, Anda menemukan bayangan orang lain di dalamnya.

Kondisinya, penderita kelainan ini mengalami kerusakan bagian otak yang bertugas memahami cara kerja refleksi.

Jadi, saat mereka melihat kaca, otak mengatakan Anda sedang melihat orang asing melalui jendela. Kelainan ini kebanyakan muncul pada pasien Alzheimer. Bahkan, penderita ini akan mencoba berbicara dengan refleksinya.



3. Agnosia Visual

Saat pergi ke toko sayur, Anda menyadari ada yang aneh. Semua produk bisa berteriak dan melawan saat akan dimasukkan ke keranjang belanja. Parahnya, saat di kasir, pot tanaman bertanya pada Anda akan membayar tunai atau tidak.

Kondisinya, Agnosia Visual disebabkan disfungsi beberapa area pemroses visual otak. Hasilnya, Anda tak bisa secara benar mengenali barang.

Untungnya, kelainan ini hanya sebatas visual. Penderita tetap memiliki kemampuan mengidentifikasi benda menggunakan indera lainnya.



4. Somatoparaphrenia

Saat sedang menikmati kopi di pagi hari, hidung Anda terasa gatal dan tiba-tiba ada seseorang menggarukkannya.

Kemudian, orang ini meminumkan kopi yang ada pada Anda. Anda pun mulai bertanya siapa orang ini padahal Anda tinggal sendiri. Kemudian, Anda menyadari tangan lain yang melakukan semua ini.

Kondisinya, penderita ini mengalami kerusakan otak di bagian homunculus atau ‘peta tubuh’. Otak bagian ini yang mengkatalog semua bagian tubuh dan membuat Anda tahu letak semua bagian tubuh Anda itu.

Dalam beberapa kasus, pengalaman memiliki bagian tubuh orang lain ini sangat menekan. Bahkan, penderita akan mencoba memotong bagian tubuh itu. Pada 1997, seorang pria menemui dokter bedah Robert Smith dan memintanya untuk mengamputasi kaki kirinya.



5. Anosognosia

Bayangkan Anda habis kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Anda tahu diri Anda tidak apa-apa, namun dokter selalu memberi resep. Saat dokter meminta menggerakkan kaki dan Anda merasa sudah menggerakkannya, dokter malah mengatakan Anda tak bisa berjalan lagi seumur hidup.

Kondisinya, kelainan ini merupakan khayalan yang diderita orang lumpuh yang sebenarnya tidak lumpuh. Menurut hasil studi, lebih dari setengah penderita Hemiplegia (lumpuh separuh karena stroke) menderita kelainan ini. Kita tak sedang membahas orang yang sedang dalam penolakan menjadi lumpuh.

Penderita mengalami kerusakan Korteks Parietal, area otak yang bertanggung jawab menjaga kesadaran pada persepsi, gerakan dan sensasi tubuh. Pasien penderita kelainan ini tak mampu menggerakkan anggota badannya bukan karena tak bisa melainkan karena tak mau.



6. Prosopagnosia

Bayangkan sedang berjalan menuruni tangga rumah dan begitu sampai di bawah Anda merasa tak yakin dengan siapa saja yang ada di dalam rumah. Semua orang menjadi orang yang benar-benar asing bagi Anda meski sebenarnya Anda tiap hari melihatnya, bahkan selama bertahun-tahun.

Kondisinya, kelainan ini tak mampu mengenali wajah. Terdapat perbedaan tingkatan kelainan ini. Sekitar 2% populasi manusia memiliki kelainan ini dimana kondisi ini sering disertai spectrum autisme.

Kelainan ini seperti saat Anda bertemu seseorang di sebuah pesta namun saat berjabat tangan dengannya lagi, Anda sulit mengenalinya.

Penderita kelainan ini mengalaminya tiap bertemu orang. Namun, penderita kelainan ini memiliki cara tersendiri dalam mengenali orang, yakni dengan mengingat fitur nyata seseorang.

Sumber :
koranbaru.com

Menurut Survey, Rabu Adalah Hari yang Paling Sehat

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/spaw/uploads/images/article/image/2011_08_18_02_15_14_kalender----dc.jpg

Menurut hasil sebuah survei, Rabu merupakan hari kala diri kita tengah mencapai perilaku terbaik dalam kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri.

Survei yang melibatkan 5.000 sukarelawan dari sebuah perusahaan suplemen kesehatan Bio-GLAN ini menemukan bahwa pada Rabu, kita akan cenderung menghindari atau mengurangi kebiasaan buruk yang terbawa dari akhir pekan.

Rabu juga merupakan hari saat kita paling mungkin untuk mendapatkan 8 jam waktu tidur dan makan dengan porsi buah dan sayuran yang seimbang.

Kemudian, satu dari lima orang tercatat akan lebih mungkin datang ke gym dan tiga perempat sukarelawan akan cenderung menghindari alkohol. Tak pelak, hari itu pun akhirnya mendapatkan julukan 'Rabu Sehat'.

"Pada Rabu, kita akan merasa lebih mampu mengendalikan hidup kita," kata peneliti Dr Vicky Senior, seorang psikolog kesehatan di Universitas Surrey, seperti dikutip dari dikutip dari Daily Express.

Sumber :
mediaindonesia.com

Mengidap Penyakit Langka, Gadis Ini Bisa Mati Jika Sisiran

Menyisir adalah pekerjaan harian bagi setiap gadis. Tapi, itu tak berlaku bagi Megan Stewart. Gadis asal Skotlandia ini bisa mati bila menyisir rambutnya. Dia juga terancam mati bila menyentuh balon.

Megan Stewart memang mengidap penyakit langka, yakni hair brushing syndrome. Penyakit ini diketahui ibunya saat ia sedang mempersiapkan putrinya menghadapi hari pertamanya di sekolah dasar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZQEDvQv1a1jsG52o8JIPfX7KEelVAk9Kd9TKJLBcJIvIgwKdQ26KjK3i-9K1mSd4ZKOBVeq_ckndBpCiwti6a0rlQyxmv-y99BSVSG1pmCTXfpUZeLF8Q32j42vRXuApDXLrGvpGA0EEo/s1600/megan-stewart.jpg

Ibu Megan, Sharon, menceritakan bagaimana ia mendapati putrinya sakit. Dia sedang menyisir rambut anak gadisnya di ruang tamu ketika tiba-tiba gadis itu terjatuh dan bibirnya membiru. "Saya pikir dia sedang mendapatkan serangan jantung tiba-tiba, sebagaimana pernah dialami sebelumnya, sehingga kami memanggil paramedis," ujar ibu berusia 41 tahun itu. Megan pun dilarikan ke rumah sakit.

Belakangan diketahui Megan itu “alergi” listrik statis. Bila ada listrik statis di tubuhnya, karena aktivitas menyisir rambut atau menyentuh balon, akan muncul reaksi fatal. Dokter di Rumah Sakit Yorkhill di Glasgow mengatakan sindrom seperti ini sangat jarang terjadi. Mereka hanya pernah mendengar satu kasus lain dari sindrom ini.

Megan lahir dengan berat hanya 1,05 kilogram dan sebesar telapak tangan seorang pria. Dia menderita hernia diafragma atau ada lubang di diafragmanya. Ini berarti perutnya bergerak sampai ke dadanya, yang hanya memungkinkan ruang bagi satu paru-paru berkembang.

Kondisi aneh itu menyebabkan saat ini Megan harus menghindari listrik statis dalam kehidupan sehari-harinya. "Ketika kami menyisir rambutnya, kami harus membaringkannya dan menutupi kepalanya dengan air untuk menghentikan listrik statis berkembang. Dia tidak bisa menggosok balon di kepalanya saat pesta."

Nyonya Stewart telah mengalami kehamilan yang sulit dan saat hamil enam bulan didiagnosis pra-eklampsia. Ia dipaksa menjalani operasi caesar darurat untuk menyelamatkan anaknya.

Berkat keahlian para dokter di Rumah Sakit Bersalin Bellshill, Lanarkshire, Nyonya Stewart bisa pulih. Tapi Megan kecil menghabiskan 18 bulan berikutnya di Rumah Sakit Yorkhill.

Megan juga menderita asma dan kondisi yang disebut dorsal stream dysfunction, yang membuatnya sulit melihat obyek yang bergerak cepat, seperti bola.

Kendati begitu, hidupnya masih normal. Megan kini menunggu operasi dan berencana mengikuti kegiatan amal pengumpulan dana untuk Yorkhill pada 8 Oktober. "Dia benar-benar berani menentang segala rintangan. Dia adalah mukjizat kecil," ucap ibunya.

Sumber :
tribunnews.com

Senin, 22 Agustus 2011

Lucunya Tingkah Laku Orangutan Saat Memakai Handuk

Orangutan ternyata juga pintar memakai handuk layaknya manusia. Video YouTube di bawah menunjukkan betapa lucu dan "tengil" tingkah laku orangutan di Kebun Binatang Tokyo.

Dalam video itu terlihat orangutan dengan pintarnya memasukkan handuk ke kolam air, mengeluarkan, dan memerasnya. Cara orangutan melakukannya benar-benar mirip manusia.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/22/1505408620X310.jpg

Setelah diperas, handuk diusapkan ke wajahnya. Mirip sekali dengan tingkah laku manusia mengusap keringat di muka. Rupanya, ini cara alami orangutan menjaga dirinya agar tetap merasa sejuk.

Ketika seekor anakan orangutan menghampiri, orangutan yang lebih besar rupanya tak mau memberikan. Tetapi, si anakan rupanya cukup pintar. Ia lalu mengambil air dengan tangan dan langsung memercikkan ke mukanya.

Sampai akhir dari rekaman video, orangutan yang lebih besar tetap egois tak mau berbagi handuk. Mungkin takut tertular penyakit kulit, ia membiarkan orangutan yang lebih muda sibuk melihat aksinya.

Satu-satunya aksi yang kelihatan jorok adalah ketika orangutan yang lebih besar menggunakan handuk yang sama untuk mengelap pinggir kolam, lalu menggunakannya lagi untuk mengusap muka.

Walaupun demikian, video ini tetap lucu. Bahkan mungkin lebih lucu dari film dokumenter yang biasa dibuat. Di YouTube, sudah ada lebih dari 220.000 viewer sejak diunggah. Mau lihat? Ini dia....


Sumber :
kompas.com

Sabtu, 20 Agustus 2011

Ditemukan, Fosil Hidup Berumur 200 Juta Tahun

Ahli biologi melaporkan sebuah spesies belut baru yang ditemukan dalam gua bawah laut sedalam 35 meter di tepi sebuah pulau di negara Palau, Pasifik Barat. Para ahli menyebutnya sebagai fosil hidup yang mirip dengan belut pertama yang berenang sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Seperti dikutip dari Daily Telegraph, temuan itu dipublikasikan dalam jurnal Proceeding Royal Society B. Penemuan ini terjadi Maret tahun lalu oleh tim yang dipimpin oleh Masaki Miya dari Institut Sejarah Museum Alam di Chiba, Jepang.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/08/20/120780_protoanguilla-palau_300_225.jpg

Spesies belut yang ditemukan berwujud ikan kecil berwarna cokelat yang berbeda dengan karakteristik anatomi belut modern. Sebaliknya, ia memiliki banyak keunggulan yang dimiliki belut primitif yang hidup di era awal Mesozoikum, saat dinosaurus menguasai bumi.

Kesamaannya di antaranya adalah ukuran kepala yang tidak proporsional, tubuh terkompresi menjadi pendek, kerah seperti bukaan pada insang, sinar pada sirip ekor dan ujung tulang rahang yang disebut premaxilla.

Temuan ini sendiri sangat luar biasa dan bahkan belut tersebut dimasukkan ke dalam satu spesies terpisah, yakni Protoanguilla Palau.

Ketika pertama dijumpai, menggunakan jaring tangan dan lampu, peneliti mengumpulkan 8 contoh belut yang memiliki panjang sekitar panjang 6-9 cm tersebut. Setelah itu, tes DNA dilakukan untuk menilai sejarah genetik belut.

Menurut penelitian, sampai saat ini, Palau merupakan satu-satunya tempat penemuan spesies tersebut. Meski demikian, peneliti memperkirakan, distribusi belut ini masih cukup luas.

Sebagai informasi, Charles Darwin menyebut dengan istilah fosil hidup untuk menggambarkan spesies yang masih selamat hingga saat ini, meski telah turun temurun selama jutaan tahun.

Sumber :
vivanews.com

Bisakah Membuat Taman Jurasik Saat Ini?

Dalam film, saat menemukan nyamuk kuno terjebak dalam ember kemudian darah dinosaurus dari perutnya diambil dan diekstrak DNA-nya kemudian dimasukkan embrio buaya hingga telur menetas dan taman jurrasic pun siap dibuka.

Serangkaian langkah tersebut mungkin terdengar cukup aneh pada 1993 saat film blockbuster tersebut diputar di bioskop. Bahkan saat ini, di dunia sekuensing genom, hewan transgenik (hibrida), dan bakteri buatan laboratorium, kebangkitan spesies punah terdengar sedikit lebih layak. Benarkah?

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1767097.jpg

Ternyata, para ilmuwan mungkin bisa dengan sangat baik membuat dinosaurus atau makhluk seperti dinosaurus dalam waktu yang tak terlalu jauh. Sayangnya, molekul DNA, instruksi genetik pencipta kehidupan, selalu terpecah dari waktu ke waktu.

Pada 65 juta tahun silam, saat dinosaurus terakhir terbang, berenang dan berjalan di Bumi, DNA mereka jarang ada yang tetap utuh lebih dari 500 ribu tahun kemudian. Menurut paleontolog dinosaurus Jack Horner di Montana State University, manusia tak akan pernah benar-benar menemukan DNA dinosaurus.

Ia dan rekannya menemukan jaringan halus dari Tyrannosaurus Rex pada 2005. Sayangnya, temuan itu tak mengandung bahan yang bisa digunakan. “Jaringan lunak ini tampaknya terdiri dari biomolekul lain dari DNA,” ujar Horner.

Bahkan, jika suatu hari nanti menemukan DNA dinosaurus kuno, DNA itu akan berantakan, potongan kodenya hanya sepanjang beberapa pasangan basa dan cara untuk ‘menjahit’ potongan-potongan itu menjadi satu.

Demikian, sekuensing genom jaringan fosil atau darah dinosaurus tak mungkin menjadi rute yang layak untuk kebangkitan mereka. Namun, ahli genetika membuat jalur alternatif Taman Jurassic.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kelompok yang bekerja secara independen mulai membangun DNA dinosaurus aktif pada salah satu keturunan makhluk punah ini, yakni pada ayam yang genomnya secara penuh telah diurutkan.

Dipimpin Horner, para ilmuwan berharap menumbuhkan ayam bergigi, bersisik, ekor, dan lengan depan. Singkatnya, mereka ingin membuat ‘ayamdino’ dan hal ini akan sangat dekat menjadi sebuah kenyataan.

Pertama, pada 2005, ahli biologi perkembangan John Fallon dan Matt Harris di University of Wisconsin bereksperimen dengan embrio ayam mutan ketika mereka melihat tonjolan aneh muncul dari rahang janin ayam.

Gundukan itu ternyata gigi berbentuk pedang yang identik dengan embrio buaya. Embrio ayam mutan bergigi ini memiliki gen resesif yang membunuh janin sebelum lahir. Sebagai efek samping (tak terkait cara matinya), gen ini beralih dari satu gen ke lainnya yang sudah terbengkalai dalam evolusi ayam setidaknya selama 70 juta tahun, gen gigi dinosaurus kuno.

Fallon dan Harris menciptakan virus yang berperilaku mirip gen resesif mematikan yang ada dalam ayam mutan itu namun tak mematikan. Saat mereka memasukkan virus tersebut ke dalam embrio ayam normal, ayam menjadi memiliki gigi.

Kemudian, paleontolog Hans Larsson di McGill University menemukan, embrio ayam dimulai dengan ekor. Pada titik tertentu perkembangan anak ayam, saklar genetika membalik dan ekor pun hilang.

Menggunakan hormon pertumbuhan guna mencoba menimpa pemogokan itu, Larsson dan rekan mencoba membalikkan kembali saklar tersebut. Senada, Horner yakin embrio ayam pada akhirnya bisa dimanipulasi secara genetik guna menumbuhkan lengan menggantikan sayap.

“Tak adanya ekor, perbedaan antara sayap dan lengan, dan tak adanya gigi merupakan perubahan evolusi halus pada rencana dasar dinosaurus,” tulisnya dalam buku yang ditulis bersama James Gorman berjudul ‘How to Build a Dinosaur’.

Jadi, berapa lama lagi sebelum para ilmuwan menciptakan ayamdino? “Mungkin beberapa tahun ke depan karena semuanya tergantung pada pendanaan,” kata Horner.

Di dunia di mana kanker masih tak bisa disembuhkan, tak semua orang berpikir kebangkitan dinosaurus layak mendapat bagian dari penawaran moneter untuk penelitian ilmiah. Di sisi lain, beberapa pihak lain berpikir hal ini sangat keren.

Sumber :
inilah.com

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian

Nyala api lilin ternyata mengandung limpahan berlian. Ini adalah temuan Wuzong Zhou, ilmuwan dari University St Andrews, Skotlandia, Inggris, yang dipublikasikan di Chemical Communication Journal bulan ini.

Penemuan ini bisa dikatakan tak direncanakan. Zhou hanya memenuhi tantangan koleganya yang mengatakan bahwa tak ada yang bisa mengetahui penyusun nyala lilin.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/04/16/0914592620X310.jpg

"Kolega universitas lain mengatakan, pasti tak ada yang tahu penyusun nyala lilin. Saya bilang, saya percaya sains dan bisa menjelaskan semua, jadi saya berusaha menemukan," kata Zhou.

Hasilnya mengejutkan. Ternyata ada 1,5 juta nanopartikel berlian dalam nyala lilin tiap detik. Ukuran partikel berlian sangat kecil. Susunan 300.000 partikelnya cuma akan menghasilkan bentuk seukuran kepala pin.

Untuk mengetahui adanya partikel berlian itu, Zhou mengembangkan penyaring yang bisa memisahkan partikel dari pusat nyala lilin bersuhu 1.400 derajat celsius, kemudian mengevaluasinya.

Selain berlian, nyala lilin ternyata juga mengandung empat jenis senyawa karbon yang berbeda, termasuk grafit, jenis senyawa karbon yang biasa dipakai sebagai bahan baku mata pensil.

Penemuan berlian di nyala lilin berpotensi menyediakan "lahan" tambang baru untuk mendapatkannya. Cincin atau kalung berlian bisa dibuat dengan cara membakar lilin nantinya. "Sayangnya, partikel berlian terbakar dalam proses, menghasilkan CO2," kata Zhou memupuskan harapan.

Walau demikian, ia mengatakan, penemuan ini akan mengubah cara manusia memandang nyala lilin. Ia mengatakan tak usah khawatir, mungkin nanti ada penelitian yang bisa memberi solusi. Yang jelas, seperti dikutip Daily Mail, Zhou kini akan meneliti api barbeque, apakah juga mengandung berlian.

Penemuan ini seperti mengingatkan kita pada kuliah kimia oleh Michael Faraday pada tahun 1860 di Inggris. Ia mengatakan, nyala lilin memiliki keindahan emas, perak, dan berlian. Kini diketahui, memang ada berlian dalam nyala itu.

Sumber :
kompas.com